Pemkab Trenggalek Terima Kunjungan Kaji Banding Dari Kabupaten Tulungagung

Dibuat pada: 2020-10-06 15:16:49 - 30 Hits

Pemkab Trenggalek Terima Kunjungan Kaji Banding Dari Kabupaten Tulungagung


Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam menangani dan menekan angka stunting dilirik kabupaten tetangga. Ingin belajar dari keberhasilan Trenggalek, beberapa jajaran OPD dari Pemkab Tulungagung melakukan kaji banding penanganan stunting ke Kabupaten Trenggalek, Selasa (6/10/2020).

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia dibawah 5 tahun akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan, kondisi ini dapat dilihat dari panjang atau tinggi badan dibawah standar anak seumurannya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Ir.Joko Irianto, M.Si menyambut baik kunjungan kaji banding dari Pemkab Tulungagung tersebut. Dalam sambutannya, Sekda Joko Irianto menuturkan keberhasilan penanganan stunting di Trenggalek berkat komitmen lintas sektor dari beberapa OPD Pemkab Trenggalek.

Sekda menjelaskan strategi nasional percepatan penanganan stunting menetapkan 100 kabupaten wilayah prioritas penanganan pada Tahun 2018, dan merencanakan perluasan penanganan secara bertahap sampai dengan seluruh kabupaten/kota tertangani pada 2021.

Sebagai tindak lanjut "analisis lokasi yang memerlukan prioritas penanganan dan analisis intervensi layanan yang memerlukan prioritas penanganan". Telah dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor di tingkat kabupaten, dan telah menetapkan desa lokus penanganan stunting di Tahun 2020 sejumlah 25 desa, dan menyusun rekomendasi intervensi di wilayah desa lokus.

Di Tahun 2020 Pemkab Trenggalek juga telah menetapkan lokus stunting tahun 2021 serta susunan rekomendasi intervensi. Lebih lanjut, konvergensi percepatan pencegahan stunting yang telah dilakukan meliputi 8 aksi, diantaranya adalah analisis situasi, penyusunan rencana kegiatan, rembuk stunting, perbup tentang peran desa, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi data, serta review kinerja tahunan.

Dengan aksi konvergensi tersebut, mengantarkan Kabupaten Trenggalek meraih prestasi dengan menduduki Peringkat 1 Provinsi Jawa timur dalam penilaian kinerja penanganan stunting.

"Bahkan sampai dengan hari ini kabupaten Trenggalek telah menyelesaikan aksi konvergensi hingga aksi ke-6. Hal tersebut tentu tidak dapat dicapai tanpa kerjasama yang baik dari berbagai sektor terkait," ungkap Sekda Joko Irianto.

Sementara itu, perwakilan rombongan kaji banding dari Tulungagung, Anna Septi Sarifah, SKM berharap ilmu yang ddidapatkan dari Trenggalek bisa diimplementasikan oleh jajaranya di Kabupaten Tulungagung.

"Pengalaman di Kabupaten Trenggalek bisa kami adopsi dan kami lakukan di Kabupaten Tulungagung sehingga kami juga bisa memperoleh keberhasilan yang sama," pungkasnya. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)