Ketua TP-PKK Kab. Trenggalek mengajak perempuan di Trenggalek membangun kemandirian pangan dengan menanam sayur mayur di pekarangan rumah

Dibuat pada: 2020-07-24 14:27:51 - 25 Hits

Ketua TP-PKK Kab. Trenggalek mengajak perempuan di Trenggalek membangun kemandirian pangan dengan menanam sayur mayur di pekarangan rumah


Pandemi virus corona membawa dampak luar biasa di berbagai sektor kehidupan. Dampak pada sektor sosial dan lesunya perekonomian semakin memperluas kerentanan di tengah masyarakat.

Menghadapi semakin luasnya kerentanan, Novita Hardini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek mengajak perempuan di Trenggalek membangun kemandirian pangan dengan menanam sayur mayur di pekarangan rumah.

Ajakan ini disampaikan oleh Novita saat melakukan evaluasi program 10 aksi gerakan berjarak di Desa Baruharjo Kecamatan Durenan, Kamis (23/7/2020).

"Pandemi Covid ini memperluas kerentanan, jadi kalau sebelum covid kita tahu kan ada beberapa irisan masyarakat yang dinamakan kelompok rentan. Ada disabilitas, ada perempuan yang kepala rumah tangga, kemudian TKI, TKW, rentan menghadapi masalah sosial yang ada," tutur Novita Hardini saat dikonfirmasi.

Selain bisa menjaga ketahanan pangan sebuah keluarga, langkah Tim Penggerak PKK ini juga dipandang mampu mengedukasi setiap rumah atau keluarga, dalam mendorong keluarga untuk menyajikan kualitas dan kuantitas bahan makanan konsumsi secara lebih baik.

"Jadi karena kenyataan ini kita sama-sama harus mempelajari satu hal, kita harus punya keterampilan kecakapan hidup, kemandirian dalam, menyediakan utamanya bahan pangan di rumah masing-masing, dan kita bisa menghemat pengeluaran anggaran kita," ungkapnya.

Istri Bupati Trenggalek ini juga menyebut seluruh lapisan masyarakat berhadapan dengan permasalahan sosial akibat beberapa pembatasan yang diberlakukan.

Untuk itu, Novita meminta perempuan sebagai garda depan penyelamat keuangan keluarga bisa memiliki kecakapan dan keterampilan utamanya dalam mengelola keuangan keluarga.

"Jadi kalau sehari dapat 10 ribu, tadinya dibelanjakan di pasar tapi kita sudah punya tabungan pangan yang ada di rumah seperti sayur-mayur, buah-buahan yang kita tanam," jelasnya.

"Sehingga uang 10 ribu ini tidak kita belanjakan di pasar tapi kita bisa membelanjakan ke keperluan-keperluan lain seperti ikan, lauk pauk dan lain sebagainya," tegasnya menutup. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)