Dorong Pemasaran Produk, Novita Hardini Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Teknologi dan Bangun Kolaborasi

Dibuat pada: 2020-07-20 14:59:19 - 16 Hits

Dorong Pemasaran Produk, Novita Hardini Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Teknologi dan Bangun Kolaborasi


Berkunjung di salah satu UMKM rumah produksi olahan makanan di Desa Sugihan Kecamatan Kampak, Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek Novita Hardini Nur Arifin mengajak para pelaku UMKM di Trenggalek agar memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan produknya, Sabtu (18/7).

Menurut Novita Hardini yang juga Ketua Dekranasda Trenggalek ini, dengan memanfaatkan teknologi seperti penggunaan media sosial dan toko online akan mampu mendongkrak pemasaran suatu produk UMKM.

"Hari ini kita berkunjung di Kripik Pisang Reza, salah satu UMKM di Kecamatan Kampak yang cukup sukses. Karena kita lihat sudah bisa mengekspor ke luar Trenggalek dalam jumlah yang cukup banyak," tutur Novita Hardini saat dikonfirmasi.

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh dunia membuat dampak luar biasa terhadap lesunya beberapa sektor perekonomian. Sehingga terjadi beberapa dampak lanjutan seperti penurunan jumlah karyawan, turunnya omset, yang berujung pada efisiensi anggaran dalam sebuah usaha.

"Saya tadi berdiskusi bagaimana kita harus adaptasi di era pendemi Covid-19 ini dengan menggunakan teknologi digital. Artinya kita harus memulai toko online untuk memasarkan," jelasnya.

Ibu 3 anak ini menjelaskan dalam memasarkan suatu produk bisa dimulai dengan membangun narasi marketing yang baik. Sehingga calon pembeli bisa mengenali dan memiliki alasan kuat untuk membeli produk UMKM yang sedang dipasarkan.

Lebih lanjut, Novita Hardini juga menekankan pentingnya membangun sebuah kolaborasi marketing. Dengan konsep kolaborasi ini, pemasaran sebuah produk bisa dipadukan bersama produk lainnya.

"Di Kabupaten Trenggalek ini kan pedagangnya banyak sekali. Ada yang pedagang kerajinan, ada yang makanan berat, kayak bebek lodho dan sebagainya. Itu bisa di paketkan sebagai bonus. Jadi misalkan harganya lodho 15 ribu, tinggal dinaikkin aja 2 ribu, sehingga produknya ini tetap terjual," terangnya. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)