Pastikan Berjalan Optimal Pasca Kembali Dibuka, Bupati Trenggalek Tinjau Pelayanan Adminduk Keliling di Desa Timahan Kampak

Dibuat pada: 2020-06-22 09:21:49 - 14 Hits

Pastikan Berjalan Optimal Pasca Kembali Dibuka, Bupati Trenggalek Tinjau Pelayanan Adminduk Keliling di Desa Timahan Kampak


Dibukanya kembali layanan administrasi kependudukan (Adminduk) keliling dimasa menghadapi era new normal semakin memudahkan masyarakat mengakses layanan kependudukan dari Pemerintah. Dengan dibukanya kembali layanan ini penerbitan dokumen kependudukan bisa langsung jadi cetak ditempat sehingga bisa mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Memastikan pelayanan tersebut bisa optimal hingga ke tingkat desa, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin didampingi Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring dan Dandim 0806 Dodik Novianto meninjau langsung proses pelayanan adminduk keliling di Desa Timahan Kecamatan Kampak, Sabtu (20/6). Di desa yang berada di ketinggian area perbukitan Kecamatan Kampak ini, Bupati menyaksikan langsung proses pelayanan adminduk di Kantor Desa Timahan maupun rumah warga pemohon adminduk.

"Jadi kita bergerak untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek diakui dan dicatat sebagai warga negara Indonesia. Seperti kasus salah satu penduduk di Desa Timahan ini beliau lahir di Tahun 1928 tetapi baru kita lakukan perekaman hari ini," tutur Bupati Nur Arifin.

Disampaikan oleh Bupati muda ini bahwa Pemerintah serius terhadap pelayanan kependudukan mengingat kedepan segala program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akan berbasis NIK dan berbasis data terpadu nasional.

"Kalau seperti sekarang kan banyak orang yang melapor bahwa belum dapat bansos dan lain sebagainya, padahal miskin rentan dan sebagainya. Karena ternyata belum termasuk kedalam NIK warga negara di Kabupaten Trenggalek," jelasnya.

Sehingga Pemkan Trenggalek saat ini bekerjasama dengan Pemerintah Desa untuk menyelesaikan proses administratifnya di tingkat desa, kemudian ketika di desa sudah terkumpul secara kolektif selanjutnya tim dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan turun.

"Kedepan karena kita harus masuk ke era 4.0, maka penggunaan digital teknologi ini kita akan pikirkan bagaimana orang kalau mau melakukan perekaman biometrik tidak harus jauh-jauh ke kantor Dukcapil," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Nur Arifin menyebut upaya ini sebenarnya telah menjadi salah satu bentuk pelayanan yang sudah dilakukan dari waktu ke waktu. Selain itu layanan adminduk ini juga akan terus dilakukan mengingat masih banyaknya kelompok rentan di Kabupaten Trenggalek seperti para lansia dan ODGJ yang masih belum memiliki dokumen kependudukan.

"Harusnya mereka punya hak tetapi karena ODGJ, lingkungan menganggap mereka orang yang dalam tanda kutip kekurangan dalam gangguan jiwa kemudian dianggapnya tidak perlu untuk hak-haknya sebagau warga negara diakui termasuk datanya sebagai penduduk Kabupaten Trenggalek," terang Bupati.

"Sehingga ini yang kita lakukan, saat ini ada di Desa Timahan besok di Desa Bogoran dan akan terus berlangsung. Tapi tidak mengganggu pelayanan normal karena kita lakukan Sabtu Minggu. Sehingga yang khusus-khusus ini kita layani Sabtu Minggu, 7 kali dalam hari Sabtu Minggu," imbuhnya melengkapi.

Sementara itu Kepala Disdukcapil Kabupaten Trenggalek, Suprapti, S.Si, M.Si mengatakan bagi masyarakat yang kondisinya sehat bisa langsung mengurus kependudukannya di kantor desa masing-masing.

Namun bagi kelompok rentan seperti para lansia, disabilitas, dan ODGJ, pelayanan akan dilakukan dengan pola jemput bola langsung menuju rumah pemohon yang bersangkutan. Dengan pola jemput bola, masyarakat kelompok rentan tetap bisa memiliki dokumen kependudukan yang sah dengan cukup menunggu petugas datang di rumah tanpa harus datang ke kantor desa.

Sedangkan Kepala Desa Timahan, Heri Sulistyo Bekti, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pemkab Trenggalek ini. Menurut Heri, pelayanan ini sangat memudahkan masyarakat terutama di desa-desa yang lokasinya jauh dari pusat kota dan akses jalan yang terbatas.

"Alhamdulilah karena ada beberapa warga yang belum punya KTP, terus dengan adanya kegiatan ini kami sangat terbantu. Mengingat saat ini memang warga negara harus ber KTP," ungkapnya. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)