Terjadi Gerhana Matahari Cincin di Beberapa Wilayah Indonesia, Pemkab Trenggalek Gelar Shalat Gerhana di Masjid Baiturahman

Dibuat pada: 2019-12-27 14:39:37 - 71 Hits

Terjadi Gerhana Matahari Cincin di Beberapa Wilayah Indonesia, Pemkab Trenggalek Gelar Shalat Gerhana di Masjid Baiturahman


Menyusul terjadinya fenomena alam gerhana matahari cincin yang melewati wilayah Indonesia, Pemerintah Kabupaten Trenggalek Kamis Siang (26/12) menggelar Shalat Gerhana di Masjid Agung Baiturahman. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Kepala OPD dan Dandim 0806 serta masyarakat Trenggalek mengikuti shalat sunnah yang dilaksanakan setiap terjadinya gerhana tersebut.

Gerhana Matahari Cincin terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, fenomena alam tersebut melintasi di 25 Kabupaten/Kota dan 7 Provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Ketua MUI Trenggalek KH. Syafi'i, M.Hi menuturkan bahwa dilaksanakannya Shalat Gerhana di Masjid Baiturahman Trenggalek tersebut berdasarkan ajaran syariat Islam. Pada saat terjadi gerhana, umat Islam di seluruh dunia melaksanakan shalat sunnah gerhana sebagai wujud rasa syukur atas kebesaran Allah SWT sebagai pencipta alam semesta dan seisinya. "Jadi gerhana matahari ini merupakan fenomena alam namun dibalik itu dalam rangka untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat, maka Allah mensyariatkan yang namanya shalat gerhana. Karena dengan demikian tidak ada anggapan bahwa gerhana matahari karena kejadian selain Allah," ungkapnya.

Dengan dilaksanakan shalat gerhana maka kita menganggap bahwa semua kejadian apapun di dunia ini adalah kehendak Allah. Meskipun Allah juga memberikan syariat untuk melakukan sebuah wasilah atau berusaha.

Ditambahkan oleh Kyai Syafi'i bahwa adanya anggapan di masyarakat yang menyebut legenda gerhana matahari dikarenakan adanya raksasa merupakan mitos atau tatayur. Jadi kita mereka-reka bahwa kejadian gerhana matahari atau bulan ini kalau di Jawa menganggap bahwa Batara Kala memakan bulan, agar tidak punya keyakinan yang seperti itu maka Islam mensyariatkan yang namanya shalat gerhana.

Termasuk di zaman Nabi Muhammad juga terjadi gerhana pada waktu itu ketepatan meninggalnya putra Nabi yang namanya Ibrahim. Masyarakat Arab menganggap bahwa terjadinya gerhana ini karena meninggalnya putranya Nabi. Maka akhirnya Allah memerintahkan kepada Nabi untuk melaksanakan yang namanya shalat gerhana supaya masyarakat tahu paham bahwa fenomena alam adalah kehendak Allah.

"Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini kita memganggap bahwa kita ini menjadi abdi sebagai hamba Allah, mengabdi kepada Allah dengan tulus ikhlas. Jadi kalau kita kerja karena Allah, beda kalau kita ini kerja karena manusia. Kalau kita kerja karena Allah maka benar-benar kerja kita itu akan menjadi orang yang ikhlas," pungkasnya. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)