Hari Kedua Kunjungan, KEIN Apresiasi Produk Benih Padi Logawa

Dibuat pada: 2018-02-20 14:32:12 - 54 Hits

Hari Kedua Kunjungan, KEIN Apresiasi Produk Benih Padi Logawa

Hari kedua kunjungan kerja Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Republik Indonesia di Kabupaten Trenggalek diisi dengan mengunjungi lokasi penanaman padi jenis Logawa di Kecamatan Gandusari. Di area seluas 10 Ha ini rombongan KEIN meninjau bagaimana petani diwilayah Gandusari mengaplikasikan produk benih padi unggulan Logawa yang diciptakan oleh masyarakat lokal Trenggalek ini, Selasa (20/2).

Padi jenis Logawa adalah padi yang diproduksi oleh kelompok tani Sinar Harapan Gandusari. Dengan binaan dari Dinas Pertanian dan Pangan, kelompok tani ini berhasil menciptakan padi Logawa yang dikhususkan menjadi jenis padi untuk pembenihan lahan.  Padi Logawa sendiri dianggap salah satu jenis padi pembibitan yang menjanjikan, pasalnya dari 1 hektar area tanam, padi ini dapat menghasilkan 8 ton untuk sekali panen.

Melihat potensi pembibitan padi yang bagus, Aries Mufti selaku Ketua Pokja Industri Pedesaan KEIN bangga masyarakat Gandusari dapat memproduksi benih padi unggulan jenis Logawa, dia juga mengharapkan agar petani di sekitar Gandusari dapat terus mengembangkan kualitas produksi pertaniannya. Hal tersebut menurutnya dapat disiasati dengan melakukan eksperimen atau percobaan-percobaan sebagai langkah inovasi mandiri dari para petani.

Aries Muftie juga menambahkan dalam kurun waktu 2 bulan kedepan, perwakilan KEIN akan kembali mengunjungi Trenggalek untuk menyampaikan hasil identifikasi yang diperoleh. Dari hasil identifikasi itulah dirinya menegaskan KEIN akan menentukan apa saja langkah yang dapat diambil oleh KEIN untuk dapat membantu memajukan agro industri yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Sehari sebelumnya, KEIN telah melakukan peninjauan beberapa lokasi demplot pertanian terpadu yang ada di Kabupaten Trenggalek. Beberapa lokasi yang dikunjungi diantaranya adalah demplot pertanian terpadu di Jalan Soekarno Hatta, Taman Teknologi Pertanian Dilem Wilis, dan terakhir di rumah produksi pupuk organik cair (POC) di desa Pogalan. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)