Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Dibuat pada: 2017-08-18 11:44:58 - 217 Hits

Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI yang jatuh besok 17 Agustus, DPRD Kabupaten Trenggalek gelar rapat paripurna istimewa dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada peringatan hari ulang tahun ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di ruang rapat Graha Paripurna, Rabu (16/8). Tayangan pidato kenegaraan disaksikan langsung oleh seluruh tamu undangan melalui 3 pilar layar besar yang ada di ruang rapat DPRD Kabupaten Trenggalek.

Rapat istimewa dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Trenggalek H. Samsul Anam, SH, MM. dan dihadiri oleh Bupati Trenggalek Dr.Emil Elestianto Dardak, M.Sc, Wakil Bupati H.Moch Nur Arifin, Seluruh anggota DPRD Trenggalek, Kepala OPD lingkup Pemkab Trenggalek, dan seluruh unsur pimpinan Forkopimda Trenggalek. Seluruh tamu undangan yang hadir tampak fokus mengikuti pidato Presiden RI yang bertemakan "Indonesia Kerja Bersama".

Dalam pidatonya, Presiden RI Ir.Joko Widodo menyampaikan desentralisasi pembangunan, pembangunan disegala bidang terlebih dalam bidang infrastruktur sosial dan infrastruktur fisik. Presiden menginginkan seluruh daerah di Indonesia dapat terhubung satu sama lain, baik melalui darat, laut, dan udara. Dalam kesempatan yang sama Presiden juga mengingatkan seluruh rakyat Indonesia harus memiliki jiwa nasionalisme dan rasa persatuan yang kuat dalam menyongsong usia kemerdekaan yang kini menginjak 72 tahun.

"Dalam berbagai kesempatan saya selalu mengatakan, Kita adalah bangsa yang besar, Bangsa Indonesia besar bukan hanya karena jumlah penduduknya yang lebih dari 250 juta jiwa, besar bukan hanya karena memiliki 17.000 pulau, besar bukan hanya karena sumber daya alam yang melimpah. Tapi kebesaran Indonesia, karena bangsa Indonesia ini sudah teruji oleh sejarah, kita tetap kokoh bersatu sampai menginjak usianya yang ke-72 tahun," ungkapnya.

"Sementara di beberapa negara lain dilanda konflik kekerasan antar suku, perpecahan antar agama, pertikaian antar golongan. Kita harus bersukur bahwa kita tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berBhineka Tunggal Ika,"imbuhnya.

Sebelumnya Presiden RI Ir.Joko Widodo yang memberikan pidatonya saat sidang tahunan MPR RI menyampaikan beberapa poin-poin penting. Poin yang pertama adalah pembangunan yang merata akan mempersatukan Indonesia, poin kedua tidak ada satu lembaga negarapun yang memiliki kekuasaan absolut, poin ketiga pada tahun 2016 untuk pertama kalinya dalam sejarah pembangunan nasional, BPK merilis Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap pengelolaan keuangan . (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)