72 Anggota Paskibraka 2017 Resmi dikukuhkan Bupati Trenggalek

Dibuat pada: 2017-08-16 13:07:59 - 279 Hits

72 Anggota Paskibraka 2017 Resmi dikukuhkan Bupati Trenggalek

 Dengan penuh rasa bangga, 72 anggota Paskibraka Trenggalek mengucapkan ikrar putra-putri paskibraka sebagai pembuka secara resmi upacara pengukuhan paskibraka 2017 oleh Bupati Trenggalek Dr.Emil Elestianto Dardak, M.Sc di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Senin malam (14/8). Penyematan sabuk paskibraka dan pedang perwira menandai mereka telah resmi menyandang tugas dan mengubah status dari calon paskibraka saat pelatihan menjadi paskibraka. Penyematan sabuk dilakukan langsung oleh Bupati Trenggalek kepada 2 perwakilan anggota paskibraka yang kemudian diikuti oleh orang tua wali masing-masing.
 
Turut hadir dalam deretan kursi undangan upacara pengukuhan paskibraka 2017 Sekda Kabupaten Trenggalek Drs.Ali Mustofa, M.Si, Kepala OPD lingkup Pemkab Trenggalek, Kapolres Trenggalek, Dandim 0806, Kajari Trenggalek, dan Kepala Pengadilan Negeri Trenggalek.
 
72 anggota paskibraka yang dikukuhkan merupakan siswa pilihan dari SMA/SMK/MA se Kabupaten Trenggalek dimana selama 15 hari terhitung sejak pembukaan pelatihan, telah menerima materi seperti pembentukan fisik dan jasmani, pengetahuan tata upacara bendera dan teknik baris-berbaris, bimbingan kerohanian, bimbingan sikap mental serta pendidikan nasionalisme dan karakter bangsa.  Kerja keras 5 pelatih dari Disdikpora, Polres Trenggalek, dan Kodim 0806, tak mengenal lelah untuk menggembleng paskibraka dari pagi hingga malam. Pasalnya mereka akan mengemban tugas berat saat upacara peringatan tanggal 17 mendatang, mengingat upacara pengibaran bendera sangat sakral dan tak memperbolehkan kesalahan sedikitpun saat prosesi berlangsung.
 
Usai 72 anggota paskibraka memperoleh penyematan sabuk sebagai tanda mereka resmi dikukuhkan, Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc menyampaikan amanat bagi seluruh pasukan yang akan mengibarkan bendera sang saka saat 17 Agustus mendatang.
 
"Alhamdulilah malam hari ini telah dikukuhkan sebagai paskibraka, pesan terakhir yang saya sampaikan saat itu adalah kibarkanlah dengan gagah sang Merah Putih dibumi Menaksopal.  Perjuangan panjang pendahulu bangsa ini bahkan harus kehilangan nyawa demi menegakkan berkibarnya sang Merah Putih dibumi nusantara kita ini, adalah sesuatu yang harus kita kenang," tutur Bupati.
 
"Tetapi lebih dari itu memperingati harus kita agungkan dan tentunya harus jadi penanda bahwa keutuhan dan kekokohan bangsa ini adalah cita-cita dari para pejuang bangsa kita yang harus kita jaga sampai akhir hayat kita," jelasnya.
 
Bupati juga menambahkan bahwa Trenggalek adalah salah satu daerah yang menjadi satu organ penting dalam suatu keutuhan Indonesia.
 
"Saya katakan waktu itu mengutip perkataan seorang sastrawan Zawawi Imron bahwa jika tidak ada Trenggalek tidaklah lengkap Indonesia, dan oleh karena itu berkibarnya sang merah putih dibumi Trenggalek adalah  bagian dari kita melengkapi Indonesia kita yang tercinta," imbuhnya menegaskan. (Dinas Kominfo Kab. Trenggalek)