Kecamatan Tugu Canangkan Budaya Kerja Bhakti 3M Berantas Nyamuk Demam Berdarah

Dibuat pada: 2017-07-31 12:22:08 - 226 Hits

Kecamatan Tugu Canangkan Budaya Kerja Bhakti 3M Berantas Nyamuk Demam Berdarah

Meskipun Kecamatan Tugu termasuk daerah yang angka endemik demam berdarahnya paling rendah di Kabupaten Trenggalek, namun upaya-upaya yang dilakukan untuk menjaga lingkungan warganya tetap terbebas dari wabah demam berdarah masih terus berlanjut. Salah satunya dengan mencanangkan budaya kerja bhakti 3M (menguras, menutup, mengubur) membersihkan lingkungan di seluruh wilayah Kecamatan Tugu di setiap masing-masing desa. Pencanangan kerja bhakti tersebut ditandai dengan apel pagi yang dilaksanakan di lapangan Desa Jambu, seluruh siswa-siswi tingkat SD, SMP, SMA Kecamatan Tugu yang dipimpin langsung oleh Camat Tugu Drs. Budianto.

Gerakan 3M yang dicanangkan oleh Kecamatan Tugu akan diberlakukan pada setiap akhir pekan hari sabtu dan minggu. Seluruh komponen masyarakat tak terkecuali mulai dari ASN, TNI, Polri, Warga Tugu, maupun pelajar diharapkan dapat ikut berpartisipasi melaksanakan kegiatan kerja bhakti menjaga lingkungan mereka masing-masing agar terbebas dari endemik Demam Berdarah Dengue (DBD). Seperti yang telah kita ketahui, banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk mencegah nyamuk penyebab DBD aides aigepty hidup dilingkungan rumah, cara sederhana yang sudah sering disampaikan oleh Dinas Kesehatan adalah 3M.  
 
Budaya kerja bhakti 3M yang tengah digencarkan oleh Kecamatan Tugu mengajak masyarakat agar melakukan budaya hidup sehat dan menghindari potensi adanya genangan air, pasalnya genangan air adalah tempat yang paling disukai oleh nyamuk aides aigepty untuk berkembang biak. Himbauan yang diberikan sebagai tindak lanjut gerakan 3M diantaranya adalah melakukan minimal satu kali dalam seminggu kegiatan menguras tempat penampungan air,  termasuk menaburkan bubuk abate pada bak mandi agar jentik nyamuk tidak dapat hidup didalamnya. Yang kedua adalah dengan menutup, setelah menguras tempat penampungan air agar ditutup supaya nyamuk tidak punya akses masuk kedalamnya. Kemudian yang terakhir adalah dengan mengubur dan mendaur ulang, mengingat saat ini mengubur begitu saja barang-barang ke dalam tanah dirasa kurang tepat karena dapat mencemari lingkunhan, maka himbauan yang diberikan adalah dengan mendaur ulang barang tak terpakai menjadi bentuk yang lebih berguna.
 
Camat Tugu yang dikonfirmasi usai apel berlangsung mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Tugu mengharapkan gerakan 3M bukan hanya sekedar seremonial, namun bisa diangkat menjadi budaya positif sebagai gaya hidup sehat masyarakat Tugu.
 
"Kita bikin acara namanya pencanangan gerakan budaya 3M artinya kita titik beratnya di budaya, budaya itu bisa menjadi salah satu perilaku masyarakat yang dilaksanakan berulang-ulang. Saya yakin  masayarakat itu paham dengan 3M tapi budaya inilah yang mungkin belum pernah dilaksanakan oleh masyarakat kita membudayakan 3M itu sehingga untuk kegiatan menguras, mengubur dan menutup itu dilaksanakan seterusnya tidak hanya hari minggu," terangnya.
"Jadi pesan 3M itu semua lapisan bisa jalan, terus untuk kegiatan kerja bakti ini dilaksanakan dua hari, hari sabtu itu untuk pendidikan dan yang hari minggunya itu adalah untuk masyarakat secara serentak," imbuhnya.
 
Dirinya juga memberikan kiat-kiat bagi seluruh  masyarakat Tugu untuk bisa meminimalisir resiko terkena wabah DBD.
"Saran saya gunakan yang sifat alami, kegiatan 3M itu adalah kegiatan yang alami termasuk pakek kelambu juga alami. jangan istilahnya "njagakne" pemerintah untuk melakukan foging (pengasapan), karna (foging) itu sebenarnya sangat bahaya jadi tidak hanya nyamuk yang mati tetapi binatang kecil yang lain juga ikut mati. oleh karna itu mari kita buat kembali yang sifatnya alami," tegasnya.
 
Dengan tetap menjaga budaya hidup sehat dan bersih maka resiko mewabahnya DBD dapat ditekan seminim mungkin. Langkah yang diambil Pemerintah Kecamatan Tugu membudayakan gerakan 3M disetiap minggu merupakan aksi nyata untuk menjaga masyarakatnya tetap terbebas dari bahaya wabah DBD meskipun kini Tugu berada di angka terendah angka endemik nyamuk aides aigepty penyebab DBD. (Dinas Kominfo Kabupaten Trenggalek)