Siapkan SDM Berkualitas, BLK Trenggalek Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Dibuat pada: 2017-04-13 11:14:56 - 3521 Hits

Siapkan SDM Berkualitas, BLK Trenggalek Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya keras mendorong penyerapan tenaga kerja guna menekan angka pengangguran di Kabupaten Trenggalek dapat menurun. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dilaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi pencari kerja, Kamis (6/4). Pelatihan keterampilan ini terbagi menjadi 4 kejuruan, diantaranya kejuruan Tata rias wajah, kejuruan menjahit, kejuruan pengolahan aneka makanan dan minuman, dan kejuruan pembuatan aneka kue. Masing-masing jurusan saat ini menampung 20 orang siswa yang telah melalui proses seleksi oleh BLK. Sejak dimulai pada tanggal 13 maret, rencananya pelatihan ini akan terus berlangsung hingga 26 april. Peminat yang belum memiliki kesempatan mengikuti pelatihan di semester pertama ini dapat mengikuti kembali pelatihan yang akan diadakan lagi pada gelombang pada semester ke II. Menurut Kabid Penempatan Disnakertrans Kabupaten Trenggalek, Suparman, pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama 36 hari itu, merupakan suatu upaya untuk meningkatkan nilai jual SDM masyarakat Trenggalek di bursa pencari kerja. “Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan kompetensi dari para pencari kerja yang nantinya dia mempunyai keahlian-keahlian khusus dalam rangka meningkatkan nilai jual dan produktifitas dari tenaga kerja itu sendiri. Dengan diadakan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kompetensinya dan kurikulum yang ada maka diharapkan mereka nanti menjadi terampil sehingga nantinya setelah mempunyai bekal ketrampilan dia bisa mudah mendapatkan pekerjaan di pasar kerja yang ada khususnya di kabupaten Trenggalek” ujarnya. Dikatakan oleh Suparman, upaya peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja ini tidak hanya berhenti sampai pelatihan saja, masih ada monitoring tentang hasil dari pelatihan dengan memantau apakah peserta berhasil menerapkan keterampilan yang diperoleh. “Bari para alumni setelah pulang nanti kami adakan monitoring, monitoring ini opertama ditujukan kepada para alumni kebetulan kami setiap para pendaftar kami mempunyai datanya, dan ini kita pantau ke rumah-rumah, seberapa jauh setelah pelatihan ini penyerapan pemanfaatan dari pelatihan ini. Kemudian dari hasil evaluasi kami ada berbagai macam, ada yang memang membuka lapangan usaha sendiri, wirausaha baru, dan juga ada yang pergi membuka usaha seperti bengkel di kalimantan, ambon, dan sulawesi” imbuhnya. (Kominfo Trenggalek)